Cikarang Listrindo Bagikan Dividen US$ 44,68 Juta
Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) menetapkan dividen senilai US$ 44,68 juta
Bekasi – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) menetapkan dividen senilai US$ 44,68 juta. Jika ditambah dividen interim, total dividen final perseroan tahun buku 2019 mencapai US$ 72,66 juta.
Angka tersebut setara dengan 64% dari total raihan laba bersih perseroan tahun lalu sebanyak US$ 113,53 juta Dividen tersebut terdiri atas dividen interim senilai US$ 27,97 juta yang telah dibagikan kepada pemegang saham pada 27 Desember 2019.
Sedangkan sisanya mencapai US$ 44,68 juta akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada 29 Juli 2020. Nilai dividen tersebut telah diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPS) perseroa.
Adapun, untuk pembagian dividen tunai tersebut adalah cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dilakukan pada 27 Juli 2020. Kemudian ex dividen di pasar reguler dan negosiasi dilakukan pada 28 Juli 2020.
"Cum dividen di pasar tunai dilakukan pada 29 JUli 2020, ex dividen di pasar tunai dilakukan pada 30 Juli 2020. Sementara untuk pembayaran dividen akan dilakukan pada 14 Agustus 2020," tulis direksi seperti dikutip dari keterbukaan informasi pada Senin, (20/7).
Selain pembagian dividen, RUPST perseroan memutuskan untuk menggunakan sebesar US$ 113,53 ribu dari perolehan laba bersih untuk cadangan umum. Sedangkan sisanya sebesar US$ 40,75 juta akan digunakan untuk menambah saldo laba. "Ini dilakukan untuk memperkuat permodalan jangka panjang perseroan," tulis direksi.
Perseroan juga melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk menyetujui rencana pembelian kembali (buyback) saham sebesar US$ 10 juta atau setara Rp 146,32 miliar. Aksi buyback ini akan dilakukan secara bertahap dalam waktu paling lambat 18 bulan sejak disetujui dalam RUPSLB. Hingga akhir 2019, perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar US$ 113,53 juta.
Nilai ini meningkat dibandingkan tahun 2018 yang mencapai US$ 78,89 juta. Perolehan laba tersebut berasal dari penjualan perseroan yang mencapai US$ 588,49 juta pada 2019, meningkat dibandingkan perolehan tahun 2018 yang mencapai US$ 574,1 juta.
Dari sisi aset, perseroan memiliki total aset sebesar US$ 1,32 miliar. Aset ini terdiri dari aset lancar sebesar US$ 371,97 juta. Sementara total liabilitas mencapai US$ 665,17 juta yang dikontribusi dari liabilitas jangka pendek yang mencapai US$ 55,66 juta.
Tahun ini, perseroan berencana untuk membangun pembangkit listrik di daerah Jawa dan luar Jawa. Bahkan, perseroan juga dikabarkan akan membangun pembangkit listrik di kawasan Asia Tenggara. Investor Relation dan Corporate Finance Cikarang Listrindo Rani Maheswari Miraza sebelumnya mengatakan, perseroan saat ini masih mempertimbangkan peluang investasi yang tersedia sehingga belum bisa secara spesifik mengungkapkan rencana tersebut.
Sejauh ini, Cikarang Listrindo masih beroperasi di wilayah Jawa. Perseroan memiliki pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) berkapasitas 755 megawatt (MW) di kawasan industri Jababeka, Cikarang. Kemudian, perseroan juga memiliki PLTG berkapasitas 109 MW di kawasan industri MM2100, Cikarang Barat, dan site ketiga PLTU berkapasitas 280 MW di Babelan, Bekasi.
Sebanyak 74% kontribusi pendapatan Cikarang Listrindo berasal dari pelanggan kawasan industri. Sementara sisanya 26% dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Perseroan bersama PLN telah melakukan perjanjian pembelian listrik (PPA) jangka panjang sejak 1996. (sumber: investor.id)